bandar judi online

Ketua presidium indonesia police watch (ipw), neta s pane, berkata, mabes Polisi Republik Indonesia lewat satgas merah putihnya perlu bersikap tegas. Membubarkan, menangkap, serta menutup akses bandar judi online yg semakin merajalela kini ini di indonesia.

Karena, judi online itu terorganisir, terstruktur, dan masif dan tidak tersentuh hukum. Tidak hanya itu, agar judi online tetap beroperasi, para bandar membentuk konsorsium.

Tidak heran Jika pemasukan para bandar judi online ini mencapai ratusan miliar per hari.

“buat mengamankan supaya judi online ini permanen beroperasi, para bandar membentuk konsorsium yg dipimpin oleh bong alias rbt. Konsorsium membangun servernya jauh dari jakarta, yakni di vietnam, kamboja, dan filipina. Sementara markas besarnya berada pada jalan gunawarman, jakarta selatan,” celoteh neta

Banyak Oknum Jenderal Purnawirawan

Neta menambahkan bahwa setiap sore sampai malam hari di depan markas rbt selalu dipenuhi sang kendaraan beroda empat oknum jenderal purn.

Berdasarkan neta, pada masa pandemi covid-19 judi online kian marak. Sebab, orang yg ada pada tempat tinggal butuh pemasukan dan hiburan.

“terbukti jajaran Polisi Republik Indonesia membiarkannya marajalela sampai kini . Sejak berkembangnya pandemi covid 19, perjudian online kian marak. Sebab orang orang yang di rumah saja, butuh hiburan dan butuh pemasukan dana segar. Sehingga cenderung mencari hiburan sembari berspekulasi dengan judi online,” kata neta.

Buat itu istilah neta, ipw mendesak satgas merah putih Polisi Republik Indonesia yang selama ini begitu sigap memburu bandar narkoba, mampu segera memburu para bandar judi online ini.

“memang sangat aneh, waktu ini bareskrim Polri sudah mempunyai unit patroli siber akan tetapi kenapa tidak mampu memburu praktek praktek perjudian online yang kian marak. Padahal markasnya hanya ‘selangkah’ berasal mabes Polri,” istilah neta.

Kominfo Tegas Kepada Bandar Online

“begitu juga kementerian isu dan informatika yang begitu tegas membasmi usaha seks online, akan tetapi kenapa tidak mampu memberangus judi online,” tambahnya.

Neta mengungkapkan bisnis judi online memang membentuk dana segar yg sangat legit, yg dananya mampu mengalir kemana mana.

“karena itu para bandar menghasilkan menghasilkan konsorsium yg dipimpin bong alias rbt, keponakan salah satu pemodal sdsb di era soeharto. Para bandar yang tidak bergabung dalam konsorsium disapu higienis oleh mereka. Mirip judi online yang berkantor pada pertokoan r di jakarta barat,” ucapnya.

Ipw risi Jika judi online ini dibiarkan, para bandarnya akan masuk mensponsori jago jagonya yg akan bertarung menjadi ketua daerah pada pilkada serentak desember mendatang.

“dampaknya, mereka tak hanya menyebarkan perjudian online ke wilayah tapi jua akan terlibat pada banyak sekali proyek pengadaan. Di wilayah maupun menguasai lahan lahan pertambangan maupun perkebunan di wilayah kawasan jagoannya yang memenangkan pilkada tersebut,” ungkapnya neta.

“buat itu tim satgas merah putih Polri perlu segera bertindak tegas menjaga marwah merah putih indonesia. Dengan membubarkan judi online serta menangkapi para bandarnya dan menutup seluruh akses perjudian onlinenya,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakota dengan judul Bandar Judi Online Bentuk Konsorsium, di Indonesia Ketuanya Bernama Bong.

Related Posts

One thought on “Bandar Judi Online Bentuk Konsorsium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *